NEWS

Perkuat Wawasan Kebangsaan dan Islam Moderat, IAIN Madura Gelar Seminar

PAMEKASAN — Guna menguatkan wawasan kebangsaan dan Islam Moderat di kalangan mahasiswa, Bidang Kemahasiswaan Istitut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura mennggelar seminar kebangsaan bertema “Penguasaan Wawasan Kebangsaan dan Islam Moderat bagi Mahasiswa IAIN Madura”, Rabu (06/03/2019), di Auditorium kampus.

Seminar tersebut dihadiri oleh Ruchman Basori (Kasi Kemahasiswaan Subdiktorat Sarana dan Prasarana Kemahasiswaan. Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam RI) bertindak sebagai pemateri, dan M. Faridie M,Pd (Dosen IAIN Madura) sebagai pemandu jalannya seminar.

Turut hadir dalam acara yang dimulai sekitar jam 07:30 tersebut: Mohammad Qosim (Rektor IAIN Madura), Nur Hasan (Wakil Rektor 1), Mohammad Hasan Wakil Rektor 3), Dekan Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syari’ah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (EBIS), serta 500 mahasiswa.

Dalam sambutannya, Qosim mengajak para mahasiswa tetap cinta dan bahu membahu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Hal itu harus ditanamkan, mengingat hari ini paham-paham keagamaan yang dulunya sangat moderat kini mulai berubah menjadi radikal,” ucapnya di hadapan peserta.

Di sela-sela penyampaiannya, Ruchman mengapresiasi IAIN Madura, karena secara terang-terangan menyanyikan lagu Lndonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathon.

“Saya acungkan jempol. Karena dari 50 kampus PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri. Red.) se-Indonesia, IAIN Madura secara lantang menyanyikan Syubbanul Wathon. Itu pertanda di sini masih siap menjaga NKRI,” ujarnya.

Ruchman juga memberikan gambaran polemik yang terjadi di Indonesia. Menurutnya, negara ini bukan negara Islam, tapi negara kebangsaan, karena Indonesia tidak hanya didirikan oleh umat muslim saja.

“Maka apabila ada yang mau merubah menjadi Islam, maka patut dipertanyakan tentang Fiqih Siasahnya,” lanjut Mantan Ketua Rayon PMII IAIN Walisongo Jakarta ini.

Tidak hanya itu, Ruchman juga memaparkan proses lahirnya kelompok-kelompok transnasional yang kini mulai merongrong keutuhan NKRI.


Reporter: Syarofi
Editor: Ahnu