JAKARTA — Dubes Kerajaan Saudi Arabia (KSA) untuk Indonesia, Osamah Muhammad Al-Suaibi, melalui kicauannya di twitter, menyatakan secara eksplisit bahwa kegiatan pertemuan umat Islam di Monas pada Ahad (02/12/2018) kemarin merupakan balasan atas pembakaran bendera di Garut bulan lalu.
Dalam kicauannya itu, Osama mengatakan pembakaran bendera itu dilakukan oleh al-jama’at al-munharifah atau kelompok yang menyimpang.

Pernyataan Osamah itu mendapatkan tanggapan keras dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). NU menilai Osamah telah melakukan pelanggaran keras diplomatik, karena telah mencampuri urusan politik dalam negeri di luar kewenangannya.
“Hal ini jelas mengganggu hubungan diplomatik RI-Saudi Arabia. Atas dasar ini kami menyampaikan protes keras,” kata Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siroj, saat konferensi pers di Gedung PBNU Jl. Kramat Raya, No. 164, Jakarta Pusat, Senin (03/12/2018).
PBNU mengatakan, cuitan Osamah itu adalah fitnah, karena GP. Ansor sudah memberikan sanksi kepada oknum pembakar bendera, dan hal tersebut keluar dari Standard Operating Procedure (SOP) GP. Ansor. “Bahkan kami, keluarga besar NU menyesalkan kejadian tersebut,” lanjut Kiai Said.
Di akhir penyataannya, Kiai Said mendesak pemerintah Indonesia melayangkan nota kepada KSA guna memulangkan Osamah. Hal ini, lanjut Kiai Said, sebagai bentuk sanksi atas tindakannya yang gegabah karena telah mencampuri urusan politik Negeri Indonesia.
حشود مليونيه للوحدة الاسلامية
والتعاون الشعبي لحفظ امن الوطن
.
مشاركة حاكم جاكرتا انيس باسويدان
.
مشاركة مرشح الرئاسة
الجنرال /برابوا سوبيانتو
.
ومساعد رئيس البرلمان الدكتور / فضلي زونننصح السائح السعودي بالابتعاد عن أماكن التجمع الواقعة في محيط منتزة موناس لكثرة الازدحام pic.twitter.com/tZbUVyZ7j6
— د. أسامه محمد الشعيبي (@Os_alshuibi) December 2, 2018
Berdasarkan pantauan NU Online Pamekasan, cuitan Osamah itu telah mengalami penyuntingan, sehingga tidak lagi terdapat kalimat kontroversial tersebut. Sampai berita ini diturunkan, kicauan tersebut sudah dibagikan sebanyak 711 kali, 1.310 suka dan 912 komentar.
Reporter: Ahnu
Editor: Wiyono

