PAMEKASAN – Aswaja NU Center (Asnuter) Kabupaten Pamekasan nenggelar Aswaja Goes to School. Kegiatan tersebut guna menyemarakkan Hari Santri Nasional 2026 serta bertujuan memberikan pemahaman tentang Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) di kalangan pelajar dan santri.
Kiai Sya’roni Syam, Ketua Asnuter Pamekasan menyampaikan, kegiatan yang digelarnya dilatarbelakangi adanya kelompok lain yang sering menggugat serta menyalahkan amaliah Nahdlatul Ulama.
“Yang melatar belakangi diadakannya program ini, adanya kelompok-kelompok yang menggugat keyakinan-keyakinan Ahlussunnah wal Jamaah, kaum Nahdliyin terutama. Seperti dikatakan bidah kalau tahlilan, mauludan, dan itu dianggap bukan agama, dan itu ‘kan mengusik keyakinan orang lain,” jelas kia Syar’roni, Senin malam (19/10/2926) di halaman Pondok Pesantren Sumber Nangka, Larangan, Pamekasan.
Alumnus Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan itu mengatakan, Aswaja Goes to School bertujuan agar santri, pelajar, dan mahasiswa memahami dasar agama dan tradisi ibadah yang diwariskan oleh KH. Hasyim Asy’ari.
“Ya berdasarkan latar belakang itu, kita adakan kegiatan Aswaja Go To School, tujuan khususnya supaya santri dan pelajar, mahasiswa bisa paham. Paham apa sebenarnya dasar-dasar secara agama, secara syar’i dari seluruh rangkaian tradisi ibadah yang kita laksanakan selama ini yang telah diwariskan oleh KH. Hasyim Asy’ari yang telah diwariskan kepada umat Islam,” katanya.
Di akhir pernyataannya, ia berharap, kegiatan tersebut mampu memperkuat pemahaman santri agar tidak mudah terpengaruh oleh tudingan kelompok lain.
“Harapan dari adanya kegiatan ini, bagaimana santri bisa mengerti dan bisa memiliki pertahanan yang kuat, tidak mudah terbawa oleh tundingan-tudingan, gugatan-gugatan dari kelompok-kelompok di luar kita,” pungkasnya.
Reporter: Maya
Editor: Redaktur

