JOMBANG — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) menerima Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2021–2026 dengan memberikan sejumlah catatan. PWNU Jawa Timur mendorong pengembangan ekosistem ekonomi serta penguatan akuntabilitas pengelolaan aset dan badan usaha NU.
Catatan tersebut disampaikan perwakilan PWNU Jawa Timur dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jumat (28/08/2026).
PWNU Jawa Timur menilai berbagai produk sektoral yang selama ini dikelola secara terpisah perlu diintegrasikan menjadi ekosistem ekonomi. Langkah tersebut dinilai strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi organisasi.
Besarnya jumlah warga NU menjadi potensi pasar internal bagi pengembangan ekosistem tersebut. Namun, keberhasilannya bergantung pada dukungan warga dalam menggunakan produk-produk yang dikembangkan oleh jami’yah.
“Kalau bisa, dengan pasar yang biasa 120 juta warga NU, insyaallah bisa mandiri. Kuncinya adalah ketaatan warga NU,” ujar perwakilan PWNU Jawa Timur.
Selain pengembangan ekonomi, PWNU Jawa Timur mengapresiasi langkah PBNU yang melibatkan akuntan publik dalam mengaudit aset dan badan usaha serta menyampaikan laporan pertanggungjawaban secara terbuka.
Praktik akuntabilitas tersebut didorong untuk diterapkan secara konsisten pada seluruh tingkatan kepengurusan, lembaga, dan badan otonom (Banom) NU. Audit berkala dinilai penting untuk memastikan aset dan badan usaha organisasi dikelola secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.
“Ini perlu, sekali lagi perlu, dimasyarakatkan sampai PW, PC, dan sampai bawah, serta lembaga dan Banom. Karena dalam Perkum (Peraturan Perkumpulan, Red) sudah ditulis bahwa masing-masing itu setiap tahun harus diaudit oleh akuntan publik,” tegasnya.
PWNU Jawa Timur juga menyampaikan aspirasi dari salah satu pengurus cabang agar PBNU meningkatkan fasilitasi dan dukungan terhadap Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) serta rumah sakit yang dikelola PCNU.
Penguatan perguruan tinggi dan rumah sakit tersebut diharapkan menjadi perhatian PBNU karena berhubungan langsung dengan peningkatan pelayanan kepada masyarakat sekaligus kemandirian organisasi.
Setelah menyampaikan sejumlah catatan dan rekomendasi, PWNU Jawa Timur menerima LPJ PBNU serta mengapresiasi pengabdian yang telah dilaksanakan selama masa khidmat 2021–2026.
Reporter: Asrafi
Editor: Ahnu

