NEWS

Umi Supratiningsih Paparkan Pentingnya Akad Dalam Kontrak

PAMEKASAN — Umi Supratiningsih, nara sumber pada kegiatan Class Legal and Contract Drafting yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Ekonomi Syariah (HES) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, ungkap pentingnya mengetahui dan memahami sumber yang paling penting dalam hukum kontrak, Rabu (4/12/2019) pagi, di Auditorium Utama kampus setempat.

“Akad merupkan hal terpenting bagi semua pihak yang sedang melakukan kontrak, sebab inti dari melakukan kontrak yaitu ada diakadnya,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, dalam melakukan kontrak antar semua pihak, lebih baik dilakukan di bawah notariil guna mengantisipasi permasalahan yang kemungkinan akan terjadi di pertengahan jalan. Sebab, menurutnya, kontrak yang dilakukan secara notariil dengan kontrak yang hanya terjadi dengan lisan, pembuktiannya akan sangat berbeda.

“Bagaimana cara membuktikannya jika terjadi permasalahan dalam sebuah kontrak, sedangkan kontrak itu dilakukan secara lisan. Namun jika kontrak itu dilakukan secara notariil, maka akan lebih baik untuk dijadikan bukti,” ucap Umi.

Dosen Fakultas Syariah IAIN Madura itu mengatakan ada lima alat bukti yang bisa dijadikan bukti jika terjadi sengketa dalam melakukan kontrak, antara lain keterangan saksi, bukti tertulis, pengakuan, persangkaan dan terakhir yaitu sumpah.

“Kalian bisa membuat kontrak, yang penting tidak bertentangan dengan undang-undang, kepentingan umum dan kesuailaan,” katanya.

Melakukan kontrak, lanjut Umi, boleh dilakukan oleh siapa saja selama memenuhi syarat sahnya sebuah kontrak, sebagaimana disebut dalam pasal 1330 tentang sahnya sebuah perjanjian.

“Dilanjut dengan pasal 1338 tentang berlakunya sebuah perjian sebagai undang-undang ketika sudah ada kesepakatan antara semua pihak yang melakukan kontrak,” imbuhnya.

Ach. Firdausi salah satu peserta pada kegiatan tersebut mengungkapkan, peserta kemungkinan besar akan cepat mengerti, sebab metode penyampaian narasumber bagus dan pembahsannya tersusun rapi.

“Metode penyampaiannya bagus, simple dan mudah untuk dimengerti oleh peserta. Dan akan ada peserta yang tidak akan mengerti tentang pembahasan tersebut, dikarenakan waktu pemateri sangatlah sedikit,” pungkasnya.


Reporter: Moh. Farid (NUO.19.014)
Editor: Ahnu