Fakih menilai, pihak kepolisian seharusnya bisa dengan mudah mengungkap pelaku, karena polisi memiliki tim cyber serta dilengkapi sejumlah alat canggih yang bisa secara mudah mengungkap identitas pelaku. Menurutnya, melalui kecanggihan teknologi seperti saat ini, mustahil jika kepolisian tidak bisa mengungkap pelaku, kecuali jika kepolisian memiliki tendensius terhadap kelompok tertentu.
Dengan tegas Fakih mengatakan di hadapan pihak kepolisian dan ribuan massa aksi, aksinya tidak akan berkhir sampai hari ini saja. Pihaknya berjanji akan melakukan aksi lebih besar lagi dan akan melibatkan massa aksi lebih banyak lagi jika pihak kepolisian tetal lembek mengungkap kasus tersebut.
Bahkan, Fakih menyebutkan, puluhan ribu warga Nahdliyin Pamekasan siap berdarah-darah jika pihak kepolisian tidak segera mengambil langkah tegas. Pihaknya ingin membuktikan, NU yang selama ini diam dan bersabar serta tidak pernah berbuat kegaduhan di Pamekasan bisa membuat wajah kota Pamekasan rata dengan tanah dan banjir dengan darah.
“Hari ini kami hanya mengalirkan keringat, tapi di esok hari, kami siap mengalirkan darah jika marwah ulama NU dilecehkan oleh siapapun,” tegasnya, diiringi seruan setuju ribuan masa aksi.
Bahkan salah satu orator Taufiqur Rahman menegaskan kepada Kapolres Pamekasan yang baru saja bertugas di Pamekasan, siapapun yang berani menggangu NU, maka ia akan hancur dan hina.
“Siapapun yang berani melawan NU, mengusik NU, siapapun itu, dia akan hancur, Ya Jabbar, Ya Qahhar,” teriaknya diikuti seluruh masa aksi.

